Gubernur Dominggus Mandacan resmi mengukuhkan tiga anggota pengganti antarwaktu (PAW) Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) untuk melanjutkan sisa masa bakti 2023–2028
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melantik sekaligus mengambil sumpah tiga anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2023–2028. Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah hotel di Manokwari pada Senin (2/3/26).
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 100.2.2.2-145, 146, dan 147 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 4 Februari 2026. Adapun tiga anggota yang resmi dilantik adalah Hendrina Ayamiseba, Irene Temongmere, dan Toni Dance Kandami.
Dalam sambutannya, Gubernur Mandacan menyampaikan bahwa pengisian jabatan melalui mekanisme PAW merupakan langkah penting guna menjaga kesinambungan tugas dan fungsi MRPB sebagai lembaga representasi kultural Orang Asli Papua (OAP). Ia menegaskan bahwa keberadaan anggota yang lengkap sangat diperlukan agar peran strategis MRPB dalam mengawal pelaksanaan otonomi khusus tetap berjalan maksimal.
Ia juga menekankan bahwa proses PAW merupakan bagian dari upaya menjamin pelaksanaan fungsi, peran, dan kewenangan lembaga sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Gubernur menyatakan optimisme bahwa para anggota yang baru dilantik mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Setelah prosesi pelantikan, ketiga anggota mengucapkan sumpah setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi. Gubernur mengingatkan tiga tugas utama MRPB, yakni memperjuangkan pemberdayaan dan perlindungan hak dasar Orang Asli Papua, menjadi saluran aspirasi masyarakat adat secara efektif, serta menjaga kelestarian nilai budaya dalam pembangunan daerah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang solid antara MRPB dengan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kerja sama yang baik antarunsur pemerintahan dinilai sebagai faktor utama dalam mendorong pembangunan yang adil di Papua Barat.
Sebagai penutup, Gubernur berpesan agar para anggota menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, integritas, dan semangat pengabdian demi terwujudnya Papua Barat yang damai, bermartabat, dan sejahtera.